Aku tidak kuat,
tapi aku juga tidak rapuh.
Aku hanya kosong.
Seperti ruangan Luas tanpa pintu,
tanpa jendela,
tanpa siapa pun yang tahu aku ada di dalamnya.
Dulu aku bisa untuk menangis.
Sekarang, bahkan aku lupa bagaimana cara memaksa agar Mata ini mengeluarkan Hujannya.
Seolah tubuh pun tak ingin lagi
Membela hatiku yang diam-diam
telah Menyerah.
Aku berjalan,
tapi tak benar-benar seperti hidup.
Tertawa agar tak ditanya, “Kenapa kamu berubah?”
Padahal aku tak pernah berubah
aku hanya hilang sedikit demi sedikit,
dari dalam.
Tak ada luka Baru,
karena sudah tak ada rasa.
Semuanya mati perlahan
seperti Lilin yang kehabisan nyala
Bukan karena tiupan,
tapi karena tak lagi punya alasan
untuk terus menyala.
aku menulis,
bukan karena aku ingin didengar,
tapi karena aku tak tahu bagaimana caranya Berbicara,
tentang Rasa yang sudah tak ada,
kepada dunia yang tak pernah benar-benar peduli pada Luka.
Aku tak pernah Tahu, masihkan ada sisa Rasa atau mungkin ini lah yg dinamakan Mati Rasa.
Bogor, 15 April 2025