Pointy Hand

Sunday, February 1, 2026

Bolehkah Kupinjam Senyum'mu

 

Bisakah kau Lukis Lengkung seperti'ku...
‎Percis seperti yang sedang aku lakukan untuk'mu...
‎Bukan sekedar hiasan di Bibir...
‎Tapi binar yang bisa membuat duka Mencair...

‎Duniaku terkadang terasa begitu abu abu...
‎Sampai-sampai tak pernah ku beranikan Sedikitpun bertanya kepadamu..

‎Bisakah kau melengkungkan bibir sepertiku..
‎Terlihat Sederhana, namun dapat Membasuh Lara dengan Tawa yang Padu...

‎Saat hariku mulai kehilangan warna...
‎Bolehkah aku meminjam senyummu saja...? 
‎Setiap Pagi, setiap senja...
‎Agar duniaku tak lagi terasa begitu Hampa..

‎Bolehkah..?
‎Bolehkah pinjamkan senyum itu setiap Hari... ? 

‎Biarkan Lengkung itu menetap sebentar di wajah'ku...
‎Menjadi penawar saat duniaku mulai Membeku...

‎Sebab dalam tawa'mu aku menemukan jalan pulang...
‎Dan dalam Senyum'mu aku belajar cara agar tetap Tenang... 

‎Pinjamkanlah padaku, agar aku punya Alasan, untuk tetap Percaya bahwa Hari Esok Kan Baik-baik saja.

Thursday, January 15, 2026

Di Antara Persinggahan

 Aku berjalan dengan Hati terbuka,

‎menawarkan diri apa adanya,

‎Aku tahu aku bukan lelaki sempurna,

‎namun tulus ingin berjuang bersama.


‎Berapa kali lagi harus kujelaskan

‎bahwa aku tak mencari yang sempurna,

‎aku hanya ingin seseorang

‎yang bisa menguatkanku saat aku rapuh,

‎bukan pergi saat aku lemah.


‎Padahal Aku datang selalu dengan niat yang sama

‎Tinggal, bukan singgah.

‎Namun yang kutemui hanya janji setengah,

‎dan perpisahan yang datang tanpa sebab.


‎Berapa kali lagi aku harus singgah dan berharap,

‎mengira kali ini adalah pelabuhan terakhir,

‎namun lagi-lagi harus berlayar,

‎meninggalkan kegagalan yang menyesakkan dada.


‎Sejujurnya aku lelah, namun tak menyerah,

‎sebab hati ini masih percaya,

‎bahwa suatu hari akan ada dia,

‎yang datang bukan untuk mencoba,

‎melainkan untuk tinggal selamanya.


‎Entah, berapa perkenalan lagi harus kulewati,

‎entah, berapa kali luka harus kupelajari,

‎aku hanya ingin satu hal sederhana:

‎seorang wanita yang memilihku,

‎dalam suka, dalam duka,

‎dalam jatuh dan bangkitku.


‎Tekadang Hatiku mungkin retak,

‎namun keyakinanku tidak hancur.

‎Aku percaya, jika bukan hari ini,

‎maka di waktu yang lebih mengerti,

‎akan ada dia yang datang

‎tanpa membuatku merasa kurang.


‎Sampai saat itu tiba,

‎aku akan tetap sendiri dengan bermartabat,

‎menjaga hati agar tak menjadi pahit,

‎dan mencintai dengan cara yang jujur,

‎meski dunia berkali-kali mengajarku sakit.

Tuesday, July 22, 2025

"Apakah Kau Telah Setenang Itu?"

Telah lama kau tak muncul di beranda,

tak ada jejak, tak ada sapa

Hening sunyi menggantikan tawa,

padahal kita masih terikat di dunia maya.

Kemana engkau, Wanita yang kurindukan,

yang dulu senyummu berserakan

di linimasa,cerita-cerita kecilmu—pagi, siang dan senja

Kini layar ini sepi dari jejakmu,tiada lagi tawa yang kau titipkan di cerita,

tiada gambar, tiada suara,

seolah engkau raib ditelan cahaya  

Padahal kita masih berteman di dunia maya

namamu masih di sana, diam, tak bersapa,

apakah hidupmu telah setenang samudra..?

Ataukah kau hanya lelah dari dunia yang bicara..?

Kini berandaku senyap dari semua tentangmu…

tak ada unggahan, tak ada isyarat 

Bahkan bayanganmu pun kian samar,

seperti malam yang menelan semua warna.

Apakah kau telah setenang itu,

hingga tak perlu lagi berbagi cerita sedih senang canda dan tawa

Ataukah kau sedang sembunyi dari dunia,

yang dulu begitu kau peluk mesra?

terkadang Aku tak tahu harus bertanya pada siapa,

hanya bisa menyapa lewat doa  

Semoga kau baik,meski tak lagi terlihat  

Semoga damai menghuni langkahmu,

meski diam menjadi rumah barumu.

Karena mungkin rindu ini tak butuh balasan

Cukup kau bahagia —itu pun sudah jadi jawaban  


~Fikri Firdaus