Pointy Hand

Wednesday, May 28, 2025

"Kabut di Ujung Rimba"

 Di hutan senyap berselimut kabut,

jejak langkahmu tak pernah pasti—

kadang membekas di tanah lembab,

kadang hilang sebelum sempat kutapaki.


Kau datang seperti angin subuh,

membelai dedaunan tanpa janji,

lalu pergi saat matahari

belum sempat bertanya siapa kau ini.


Sungai pun tak tahu ke mana kau mengalir,

padahal ia selalu mencoba memantulkan wajahmu.

Antara batu dan arus yang terus berlari,

aku menanti di tepian, tak tahu untuk siapa.


Burung-burung siang bersiul lirih,

mereka pun tak yakin apa kau nyata

atau hanya bayang kabut

yang dikira cinta oleh yang terlalu lama sendiri.


Lalu senja jatuh tanpa warna,

seperti hati yang tak jadi berbunga.

Dan aku, daun gugur di antara rimbun,

Bertanya: apakah mencintai berarti tak harus memiliki arah..?



Wednesday, May 7, 2025

Begitulah Manusia

Sebenarnya aku ada di titik tak mau lagi Bercerita

Maunya simpan saja sendiri
Tapi aku tau, aku Bukanlah orang yang penting dan berarti di kehidupan orang lain
Mungkin Ceritaku tak penting dan jarang ada orang yang mau mendengarkan
Malah terkadang menjadi ajang adu Nasib di kehidupan Nyataku.
Semua Respon yang sering kuterima dan selalu ku dengar
"Ahhh lu mah masih mending"

Yah, begitulah Manusia..

Terkadang orang terdekat ada, saat ada maunya saja
Mereka menganggap aku selalu tahan Banting,
Orang yg selalu bisa membantu dan selalu Baik-baik saja
Padahal ada banyak Hal Duka, Pahit dan Sakit yang aku rasa dan lewati selama ini.
Hingga pada akhirnya
Aku menulis lagi Disini
Mungkin dari sekian Lama tidak Menulis
Setidaknya sebenarnya aku merasa tidak sendirian ,karna masih ada kalian Disini.

BTW. Apa kabar kalian. 😁

Semoga kalian sehat selalu yah..

Salam Hangat; Fikri Firdaus