Gemericik air padasan syahdu terdengar
Membangkitkan hasrat yang terlelap
Kusingkap kain dan lengan baju
Kubasuh jemari jemari lentik agar bersuci
Kubasuh mulu berkumur agar ucap terjaga dari khilaf
Kubasuh hidung agar tercium aroma syurga
Kubasuh wajah kantuk agar terbangun disepertiga malam
Kubasuh tangan agar menyadari apa yang kukerjakan didunia
Kubasuh kepala agar terlepas dari fikiran dunia
Kubasuh tengkuk agar beban terasa ringan
Kubasuh kaki agar kuat melangkah menuju akhirat
Kini mulai kumantapkan hati menuju Illahi Rabb
Ku bersujud bersimpuh menyerahkan hidup mati padaNYA
Kuceritakan semua kemelut hati
Ku mengadu
Ku menangis
Ku berserah
Yang entah kapan akan terjawab semua Do'a
Air padasan itu tetap mengalir syahdu
Hingga jasad terbujur kaku...
"Nikmat Tuhan yang manakah yang aku dustakan"...
No comments:
Post a Comment