Monday, September 14, 2015
Terdiam dan Berharap
Terdiamku Saat Senja.
Saat dimana aku Merenungi yang terjadi waktu itu
Aku selalu Mencoba berusaha untuk tidak Menyesali semua yang telah terjadi
dan aku hanya berharap, bahwa dia dapat menyadari sesungguhnya Cinta ini hanya untuknya.
Tak Bisa ku ungkapkan memang Rasa Cintaku padanya,
Mungkin karna terlalu besar Cintaku padanya, sehingga tak mampu ku ungkapkan dengan Kata-kata
dan ku Ucapkan oleh Bibir ini.
Seiring dengan waktu Berjalan dan Jarum jam terus berputar
Aku hanya bisa Melangkah pelan sambil Menunggu. Akankah Keajaiban itu datang
atau semua akan Kembali.
Entah itu kapan…?
Aku’pun tak tahu apakah semua itu akan kembali atau bahkan mungkin tidak sama sekali.
Jujur aku berharap semuanya dapat membaik seperti sediakala
dan ku’pun melangkah pulang dan berfikir ini bukanlah apa-apa Fik..
Buah Tangan: Fikri Firdaus
Sunday, September 13, 2015
Gemercik Air Padasan
Gemericik air padasan syahdu terdengar
Membangkitkan hasrat yang terlelap
Kusingkap kain dan lengan baju
Kubasuh jemari jemari lentik agar bersuci
Kubasuh mulu berkumur agar ucap terjaga dari khilaf
Kubasuh hidung agar tercium aroma syurga
Kubasuh wajah kantuk agar terbangun disepertiga malam
Kubasuh tangan agar menyadari apa yang kukerjakan didunia
Kubasuh kepala agar terlepas dari fikiran dunia
Kubasuh tengkuk agar beban terasa ringan
Kubasuh kaki agar kuat melangkah menuju akhirat
Kini mulai kumantapkan hati menuju Illahi Rabb
Ku bersujud bersimpuh menyerahkan hidup mati padaNYA
Kuceritakan semua kemelut hati
Ku mengadu
Ku menangis
Ku berserah
Yang entah kapan akan terjawab semua Do'a
Air padasan itu tetap mengalir syahdu
Hingga jasad terbujur kaku...
"Nikmat Tuhan yang manakah yang aku dustakan"...
Subscribe to:
Comments (Atom)