Telah lama kau tak muncul di beranda,
tak ada jejak, tak ada sapa
Hening sunyi menggantikan tawa,
padahal kita masih terikat di dunia maya.
Kemana engkau, Wanita yang kurindukan,
yang dulu senyummu berserakan
di linimasa,cerita-cerita kecilmu—pagi, siang dan senja
Kini layar ini sepi dari jejakmu,tiada lagi tawa yang kau titipkan di cerita,
tiada gambar, tiada suara,
seolah engkau raib ditelan cahaya
Padahal kita masih berteman di dunia maya
namamu masih di sana, diam, tak bersapa,
apakah hidupmu telah setenang samudra..?
Ataukah kau hanya lelah dari dunia yang bicara..?
Kini berandaku senyap dari semua tentangmu…
tak ada unggahan, tak ada isyarat
Bahkan bayanganmu pun kian samar,
seperti malam yang menelan semua warna.
Apakah kau telah setenang itu,
hingga tak perlu lagi berbagi cerita sedih senang canda dan tawa
Ataukah kau sedang sembunyi dari dunia,
yang dulu begitu kau peluk mesra?
terkadang Aku tak tahu harus bertanya pada siapa,
hanya bisa menyapa lewat doa
Semoga kau baik,meski tak lagi terlihat
Semoga damai menghuni langkahmu,
meski diam menjadi rumah barumu.
Karena mungkin rindu ini tak butuh balasan
Cukup kau bahagia —itu pun sudah jadi jawaban
~Fikri Firdaus
No comments:
Post a Comment