Pointy Hand

Thursday, January 15, 2026

Di Antara Persinggahan

 Aku berjalan dengan Hati terbuka,

‎menawarkan diri apa adanya,

‎Aku tahu aku bukan lelaki sempurna,

‎namun tulus ingin berjuang bersama.


‎Berapa kali lagi harus kujelaskan

‎bahwa aku tak mencari yang sempurna,

‎aku hanya ingin seseorang

‎yang bisa menguatkanku saat aku rapuh,

‎bukan pergi saat aku lemah.


‎Padahal Aku datang selalu dengan niat yang sama

‎Tinggal, bukan singgah.

‎Namun yang kutemui hanya janji setengah,

‎dan perpisahan yang datang tanpa sebab.


‎Berapa kali lagi aku harus singgah dan berharap,

‎mengira kali ini adalah pelabuhan terakhir,

‎namun lagi-lagi harus berlayar,

‎meninggalkan kegagalan yang menyesakkan dada.


‎Sejujurnya aku lelah, namun tak menyerah,

‎sebab hati ini masih percaya,

‎bahwa suatu hari akan ada dia,

‎yang datang bukan untuk mencoba,

‎melainkan untuk tinggal selamanya.


‎Entah, berapa perkenalan lagi harus kulewati,

‎entah, berapa kali luka harus kupelajari,

‎aku hanya ingin satu hal sederhana:

‎seorang wanita yang memilihku,

‎dalam suka, dalam duka,

‎dalam jatuh dan bangkitku.


‎Tekadang Hatiku mungkin retak,

‎namun keyakinanku tidak hancur.

‎Aku percaya, jika bukan hari ini,

‎maka di waktu yang lebih mengerti,

‎akan ada dia yang datang

‎tanpa membuatku merasa kurang.


‎Sampai saat itu tiba,

‎aku akan tetap sendiri dengan bermartabat,

‎menjaga hati agar tak menjadi pahit,

‎dan mencintai dengan cara yang jujur,

‎meski dunia berkali-kali mengajarku sakit.

No comments:

Post a Comment