Aku adalah hujan. Yang ingin menaklukan sang batu.
Teringat akan syair bait kata2 maupun puisi, yang sering sekali ku jumpai
Kata2 manis dan edukasi pemahaman tentang buah kesabaran sang hujan untuk menaklukan sang batu.
Lihatlah. Pahamilah setiap kata2nya.
Kata2 yg menurutku itu hanyalah bentuk dari suport penyemangat bagi sang hujan.
"tidak perduli seberapa keras sang batu, tetesan air dapat menaklukannya"
Aku hanya meralat setiap kata2 yang tersirat di dalamnya. Dan bagiku itu adalah sebuah konteks penyemangatan bagi sang hujan.
Ketika aku tahu. Tidak setiap batu dapat di taklukan oleh sang hujan.
Aku pernah menjadi sang hujan. Untuk orang yang seperti batu
Tapi kenyataan tak seperti ekspetasi dalam kata tersebut.
Ketika aku sadar ternyata tidak semua batu dapat di taklukan oleh sang hujan
Terkadang kita harus menjadi air terjun untuk memberi pemhaman kepada sang batu.
Atau bahkan menjadi ombak deras seperti dilautan..
Jika kita tidak dapat menjadi keduanya.
Pilihan hanya ada dua.
Bersabar dan percaya atau menunggu petir untuk menyambar sang batu.
@FikriFirdaus
Bogor, 06 September 2022
No comments:
Post a Comment