Di bawah langit yang kadang muram,
Aku melangkah diam-diam,
menggenggam luka dalam tenang,
menyulam harap dari serpih malam.
Bukan karena hidup mudah bagi'ku
tapi karena aku tahu makna setia.
Pada peluh, pada jatuh dan pada doa-doa'ku
yang tak pernah aku pinta sia-sia.
Aku bukan pengejar mimpi yang buta,
tapi pejuang yang mengerti waktu semesta,
bahwa yang indah tak selalu cepat datang,
dan yang besar, lahir dari luka yang tenang.
Langkah'ku tak selalu gagah,
kadang gemetar di balik tawa ramah.
Namun hati'ku tak pernah lelah
memercayai janji Sang Penentu arah.
Aku tahu.. takdir bukan milik mereka yang cepat,
tapi milik mereka yang sabar dan tepat.
Yang menabur kebaikan meski sepi,
yang memeluk sunyi dengan hati bersih dan suci.
Aku lelaki biasa..
tapi mimpi'ku tak pernah sederhana.
Karena dalam jiwa'ku,
Selalu terpatri keyakinan:
Tuhan sedang menulis kisah terindah
untuk mereka yang tak pernah menyerah.
No comments:
Post a Comment